RSS

MANUSIA DAN TUBUHNYA (karya:Annie Bessant)

11 Nov

Orang sering bingung mengenai kesadaran dan kendaraannya, manusia dan pakaian yang dikenakannya. Kita telah mencapai tahapan belajar di mana hal-hal yang sebelumnya gelap kini telah menjadi terang, yang sebelumnya kabur menjadi jelas dan pasti, yang sebelumnya hanya diterima sebagai teori kini menjadi pengetahuan utama. Karena itu kita dapat menyusun fakta-fakta dalam urutan yang jelas, fakta yang dapat diamati dan diamati kembali oleh pelajar sejalan dengan perkembangan kemampuannya, dan menyatakannya dengan kepastian yang serupa dengan kepastian ahli fisika yang mengamati fenomena fisika. Sebagaimana para ahli fisika, ahli metafisika pun dapat keliru, tetapi begitu pengetahuan meluas, pandangan baru muncul di atas fakta-fakta lama, kaitan mereka makin jelas terlihat, dan penampakan mereka berubah – seringkali karena pandangan baru itu menunjukkan bahwa apa yang dahulu merupakan keseluruhan, kini hanya merupakan fragmen saja. Tiada otoritas di sini; pandangan itu dikomunikasikan antar pelajar sebagai upaya untuk mereproduksi apa yang telah diajarkan tetapi tidak diterima secara sempurna, bersama dengan hasil-hasil pengamatan para pelajar itu dalam kemampuannya yang terbatas.

 Pada awal studi, kita perlu mengubah kebiasaan lama dan perlu membedakan antara manusia dan tubuh-tubuh yang ditinggalinya. Kita terbiasa dengan mengidentifikasi diri sebagai pakaian luar yang kita kenakan, terlalu cenderung untuk menganggap diri sendiri adalah tubuh kita. Bila kita ingin memahami konsepsi yang benar, kita perlu meninggalkan identifikasi bahwa kita adalah wadah yang kita tempati atau pakaian yang kita kenakan yang pada akhirnya akan kita tinggalkan dan akan diganti dengan yang baru bila kita inginkan. Mengidentifikasi diri dengan tubuh-tubuh yang hanya merupakan eksistensi sementara ini merupakan kebodohan dan tidak masuk akal sebagaimana mengidentifikasi diri kita dengan pakaian kita. Kita tidak tergantung dari pakaian itu, yang nilainya hanyalah sebesar manfaatnya.

 Kekeliruan selalu dilakukan dalam mengidentifikasi kesadaran, yaitu Diri kita sendiri, dengan kendaraan yang hanya berfungsi untuk sementara. Kekeliruan ini dapat dimaklumi karena kesadaran terbangun dan kesadaran mimpi, hidup dan bekerja dalam tubuh, dan tidak dianggap terpisah oleh orang awam. Namun pemahaman intelektual atas kenyataan sesungguhnya dapat diperoleh. Kita dapat melatih diri kita untuk menganggap Diri sebagai pemilik kendaraan itu. Dengan pengalaman, hal itu akan berubah menjadi fakta yang pasti ketika kita belajar memisahkan Diri dari tubuh-tubuh kita, melangkah keluar dari kendaraan itu. Kita akan tahu bahwa kita ADA dalam kesadaran yang lebih penuh ketika di luar daripada ketika di dalam kendaraan itu, bahwa kita sama sekali tak tergantung darinya. Ketika keadaan ini tercapai, identifikasi Diri lebih lanjut dengan tubuh kita sudah tidak mungkin lagi, kita tak lagi keliru menganggap bahwa kita adalah pakaian yang kita kenakan.

mau baca yang lebih lengkap,klik saja disini

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 11/11/2011 in Filsafat

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

    Bergabunglah dengan 6 pengikut lainnya

  •  
    %d blogger menyukai ini: