RSS

Belajar Tiada Henti

07 Nov

Belajar Tiada Henti

Penulis : KH Abdullah Gymnastiar

Semoga Allah Yang Mahatahu segala-galanya membimbing kita untuk

mengenal diri, mengenal Allah dan mengerti apa yang seharusnya

dilakukan dalam hidup ini. Tanpa ilmu dan pengetahuan kita tidak

akan mengetahui siapa diri kita, siapa Allah, dan jalan untuk pulang

kepada Allah.

Makin sedikit pengetahuan, makin pahit hidup ini karena tak banyak

masalah yang bisa diselesaikan. Oleh karena itu jikalau kita ingin

sukses ingatlah janji Allah. “… Niscaya Allah akan meninggikan

orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi

ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS Al Mujadilah [58]: 11)

Juga sabda Nabi SAW, “Barang siapa yang menginginkan dunia, maka

wajiblah baginya dengan ilmu. Barang siapa yang menginginkan

akhirat, maka wajib baginya untuk mencari ilmu. Dan barang siapa

yang menginginkan dunia dan akhirat, maka wajib baginya untuk

mencari ilmu.”

Artinya, kalau kita ingin mengetahui tingkat kesuksesan kita, maka

lihatlah sejauh mana kecintaan kita kepada ilmu.

Dalam 7B (kiat menjadi sukses), B yang ketiga adalah belajar tiada

henti, sampai akhir hayat. Kalau kita ingin sukses, selain ibadah

harus tangguh dan akhlak harus dijaga, juga buatlah program belajar

tiada henti.

Kita tahu bahwa segala sesuatu dalam hidup ini selalu berubah. Umur

bertambah tua, tubuh bertambah lemah, kebutuhan bertambah banyak,

hingga masalah dan potensi konflik pun bertambah.

Bagaimana mungkin kita menyikapi segala sesuatu yang selalu

bertambah tanpa ilmu yang bertambah pula. Mari kita terus menerus

meng-up-grade diri dan memperbaiki diri. Kalau ilmu kita luas, maka

akan seperti orang yang berada di puncak gunung, dia akan bisa

melihat pemandangan di bawahnya lebih luas. Begitupun, orang yang

luas ilmunya, ia akan lebih arif dan bijak dalam melihat kehidupan.

Atau seperti kapal selam di lautan yang dalam, walau dari sana sini

air menekan, dia tak pernah kandas tenggelam. Begitupun, orang yang

mengerti arti kehidupan dapat menyelami kehidupan ini dengan tenang,

tidak panik.

Sebaliknya, orang yang sedikit ilmunya seperti perahu di permukaan

laut yang selalu terombang ambing ombak. Orang yang tidak berilmu

tak bisa menyelami arti hidup, dalam kesenangan membabi buta, dalam

kesedihan terpuruk dan putus asa.

Ciri-ciri orang yang kurang ilmu adalah hilangnya kearifan, misalnya

menyelesaikan masalah dengan mengandalkan kekuatan otot atau amarah.

Kalau semuanya berubah, tetapi ilmu kita tak berubah dan bertambah,

maka seringkali yang bertambah adalah peningkatan emosi dan tensi.

Betapa sering kita melihat orang-orang yang terpuruk karena kurang

ilmunya. Walau dia mempunyai kedudukan, tetapi jika kemampuannya

tidak sesuai dengan amanahnya, maka ia akan menjadi hina justru oleh

kedudukannya itu.

Jika kita ingin mempunyai masa depan yang baik, maka kita harus

mencintai belajar, setiap waktu harus sekuat tenaga menambah ilmu.

Jadikan belajar sebagai program harian kita. Setiap hari harus

mencari buku-buku untuk dibaca. Kalau melihat televisi, lihatlah

program yang bisa menjadi ilmu. Kalau mempunyai uang lebih, ikutilah

kursus yang bisa menambah ilmu, wawasan, dan pengalaman. Kemudian,

berkumpullah dengan orang-orang yang mencintai ilmu.

Tekadkan dalam hati, “Setiap hari saya harus bertambah ilmu. Saya

harus mencari uang lebih banyak agar saya bisa menambah ilmu. Saya

harus meluangkan waktu untuk mencari ilmu. Saya harus membebaskan

diri saya dari belenggu kebodohan dengan mendapatkan ilmu.”

Rumah bisa terbakar, mobil bisa hilang, tetapi kalau ilmu melekat

pada diri dan diamalkan, maka tak akan ada yang dapat mencurinya.

Orang yang lumpuh pun jikalau ilmunya luas, maka dia akan

dimuliakan. Syekh Ahmad Yasin badannya lumpuh tak berdaya, tapi

ilmunya luas hingga menggetarkan dunia, menjadi pemimpin Hammas di

Palestina. Walau dikatakan teroris, tetapi yang terbukti adalah tak

ada yang diinginkan beliau melainkan kebaikan.

Kalau kita berilmu, dunia akan datang kepada kita. Firman Allah

dalam hadits Qudsi, “Hai dunia, layani orang yang hidupnya digunakan

untuk mengabdi kepada-Ku dan perbudak orang-orang yang hidupnya

hanya sibuk mencari dunia.”

Semoga mulai Ramadhan kali ini, dengan pertolongan Allah kita bisa

melakukan amal perbuatan apapun dalam hidup yang hanya sekali-

kalinya di dunia ini dengan ilmu pengetahuan yang benar. Amin.

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

    Bergabunglah dengan 6 pengikut lainnya

  •  
    %d blogger menyukai ini: